7 comments on “Gedung Kesenian yang (secara akustik) baik

  1. Pak,
    Saya sangat tertarik dengan semua isi blognya😀 Apakah karena Saya juga pemusik yang sangat manja dan mencle dan terkesan sangat sensitif hampir tidak toleran jika ditanyakan ttg kualitas suara.
    Oh iya pak, Dengan membaca (masih beberapa dan belum smua) artikel yang bapak muat, Saya berpikir. Berarti sebenarnya Acoustic Engineer (misalnya seperti Bapak, ceileee😀 ) harusnya sangat berperan dalam hal seni musik pertunjukan. Dalam artian,
    Dengan ilmu acoustic seorang engineer itu bisa merekayasa satu gedung menjadi memiliki multi acoustic karakteristik. Sehingga, gedung2 pertunjukan di Indonesia yang sudah jelek akustiknya dapat diperbaiki sehingga memiliki akustik yang baik, atau bahkan dapat membuat gedung yang akustiknya secara fleksibel bisa disesuaikan dengan genre musik yang akan dimainkan, sehingga gedung itu benar2 bisa dipakai untuk pertunjukan apapun.
    Apakah pendapat Saya ini benar atau sudah tersesat ya Pak ?

    rgrds,

    Ecko Manalu

  2. Dear Ecko,
    Terima kasih atas komentarnya..
    Betul sekali, sebagai Acoustician (atau ‘acoustics engineer’) saya memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk merancang kondisi akustik yang baik, bahkan sampai sekelas ‘Concert Hall’ dengan kualitas akustik yang bertaraf International (ini bukan untuk menyombongkan diri lho.. tapi memang sampai seperti itulah adanya). Bukan hanya untuk merancang akustik bagi ruang ‘indoor’ tetapi juga ‘outdoor’, bahkan sampai ke merancang kondisi bising ‘noise design’ di industri (pabrik2/power plan/refinery plan) dan juga lingkungan (airport, perkotaan dsb.nya).
    Untuk lingkungan seni pertunjukan, misalnya pertunjukan musik, film, drama, sendratari dsb.nya, peran utama saya sebenarnya adalah disisi akustik ruangannya, yaitu merancang gedung pertunjukkan/gedung kesenian/ruang rapat – conference hall/ruang serbaguna/concert hall dsb.nya sehingga kondisi akustiknya sesuai dan tepat untuk maksud tersebut. Kemudian juga merancang sistem tata suara dan instalasinya untuk keperluan itu.
    Sementara untuk operasional sound system pada saat pertunjukan berlangsung, ditangani oleh ‘sound engineer’ yang menangani operasional peralatan sound system sehingga menghasilkan suara yang baik dan tepat.
    Gedung yang kondisi akustiknya fleksibel sesuai dengan kebutuhan ‘genre’ musik yang dimainkan bahkan juga bisa dipakai untuk hal lain diluar pertunjukan musik, biasanya disebut multi-purpose hall atau Gedung Serba Guna..
    Mudah2an bisa menjawab ya…
    Sebagai seorang musisi, memang sebaiknya Ecko juga belajar akustik agar dapat menghasilkan performansi musik yang baik..

    • Salam kenal pak..😀
      Luar biasa menarik bagi saya…yang notabene butuh banyak belajar kepada orang seperti bapak komang. Kebetulan saya byk bergelut paduan suara…terus terang kadang saya bingung memilih tempat perform yg cocok u/ choir dan kalau toh tempat yg ada hanya seadanya bagaimana trik dan tips x agar suara lebih maksimal (baik itu tanpa atau menggunakan sound sistem). :p
      Satu lagi Pak kalau boleh saya ingin minta petunjuk bagaimana merancang akustik u/ lomba paduan suara baik itu indoor atau outdoor.
      makasih🙂

  3. wah… paparannya luar biasa pa komang…

    salah satu impian saya nih membangun gedung konser/kesenian yang secara akustik dan tata letak kursi enak untuk nonton..

  4. Selamat siang….saya Mudiasa.sekarang saya diajak ikut kecimpung didalam pembangunan geung smkn1 denpasar, tempat dimana saya sekolah dulu, pak saya ingin bertanya kepada bapak ruangan auditorium (aula) yang akan dibuat berukuran 16×32 m dengan struktur atap baja dan samping tembok, dan bawah lantai beton,dan lantai bawahnya berfungsi sebagai kantor. jika bapak berkenaan saya sebenarnya minta bantuan/saran bapak komang dengan struktur seperti itu sebaiknya banguanan tersebut mengunakan akustik yang bagaimana(mungkin bahan atau contoh perhitungan akustik)terima kasih sebelumnya pak..

  5. pak komang, saya mahasiswa s1 arsitektur di unpar, kalau boleh tau, saya ingin tanya berhubung bapak seorang acoustic engineer, sebenarnya dimana letak perbedaan menghitung waktu dengung pada ruang akustik biasa / tertutup seperti auditorium dengan pada ruangan yang sifatnya semi terbuka, sperti amphiteater semi terbuka? apakah boleh di samakan saja atau bagaimana?
    Kalau boleh mungkin bapak memiliki bahan acuan referensi yang membahas mengenai akustik pada ruang semi terbuka..
    terima kasih banyak pak.
    salam

  6. pak, saya ingin merelokasi sebuah gedung pertunjukkan yang sementara akustiknya sangat jelek. mohon saya bisa mendapatkan nmr ponsel bapak utk kiranya nanti kita bisa membicarakan ini lebih lanjut. hbgi saya 081373542339.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s