
http://assets.kompas.com/data/photo/2011/09/21/1145333620X310.jpg
Berita dari Kompas:
http://regional.kompas.com/read/2011/11/04/23441469/Indonesia.Music.Expo.Perdana.di.Peninsula
DENPASAR,KOMPAS.com – Indonesian Music Expo (IMEX) 2011 perdana bakal digelar di Pulau Peninsula, Kawasan Nusa Dua, Bali, mulai 7 November hingga 14 November. Acara ini juga memeriahkan Asean Fair yang menyambut KTT Asean Summit.
Sebanyak 40 kelompok musik bakal manggung. Mereka berasal dari beragam aliran musik. Kelompok itu antara lain, Gambang Kromong (Jakarta), Rindik (Bali), Kulintang (Sulawesi).
Untuk kalompok luar negeri antara lain dari Malaysoia, Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan. Mereka tampil bergantian dari pukul 17.00 Wita sampai malam sekitar pukul 22.00 Wita.
Franki Raden, penggagas IMEX 2011, menjelaskan di Denpasar, expo ini wujud keprihatinannya terhadap musik asli Indonesia yang terpuruk di negaranya sendiri. Padahal, musik Indonesia masih emiliki peluang besar masuk pangsa pasar dunia.
“Tetapi, ini belum terwujud. Baru beberapa kelompok saja yang sukses di mancanegara. Makanya ayo, memotivasi para kelompok ini,” katanya.
Ia pun merencanakan akan menerbitkan buku panduan akses ke pasar dunia. Ia tengah menyusunnya dan rencananya bisa dibagikan ke seluruh kelompok di nusantara.
http://regional.kompas.com/read/2011/11/04/23492370/Quincy.Jones.ke.Bali
Quincy Jones ke Bali
DENPASAR, KOMPAS.com – Quincy Jones, seorang tokoh musik serta industri musik dunia, bakal datang langsung ke Pulau Dewata, tanggal 20 November. Ia datang dalam rangka Indonesian Music Expo 2011, November mendatang,di area Asean Fair, Pulau Peninsula, Nusa Dua.
Tokoh dunia yang melejitkan artis kenamaan seperti Michael Jackson ini, rupanya tertarik dengan kekayaan musik lokal Indonesia. Karenanya, ia berniat melihat dan mendengar langsung permainan kelompok musik dari beberapa daerah.
“Bayangkan, tokoh dunia Jones ini datang. Ia akan mendengar dan melihat permainan musik Indonesia. Beberapa di antaranya akan dilatih dan diolah olehnya. Ini luar biasa,” kata Franki Raden, pengamat musik dan penggagas Indonesian Music Expo 2011, dalam jumpa pers di Denpasar.
Menurut Franki, ini peluang. Selain itu, kedatangan tokoh musik dunia ini membuktikan bahwa musik Indonesia juga layak menjadi culture capital yang berharga di pasar dunia.
