
Laporan wartawan KOMPAS Indira Permanasari S
JAKARTA, KOMPAS.com – Pengembangan kesenian berbasis akar budaya dan tradisi dapat menjadi keunggulan. Jika tidak demikian, Indonesia akan selalu menjadi bayang-bayang bangsa lain, ujar budayawan Ikranegara dalam orasi kebudayaannya di acara Pagelaran Senin Cinta Tanah Air yang diselenggarakan Universitas Mercu Buana, Kamis (30/7).
Lebih lanjut dia mengatakan, terdapat dua pendekatan yakni pendekatan kreatif dan pendekatan akademis. Dalam pendekatan akademis, kesenian dimainkan seperti apa adanya atau berdasarkan pakem-pakemnya. Tujuannya, untuk melestarikan kebudayaan tersebut.
Sedangkan, dengan pendekatan kreatif, kesenian tersebut terus berkembang, walaupun tetap terlihat akar tradisinya. Wayang misalnya, mengalami perubahan-perubahan. Pengembangan oleh walisongo, misalnya, ikut membuat warna berbeda. Repetoarnya terus bertambah. Ada wayang Pancasila sampai dengan wayang wahyu yang berlatar belakang ke-kristenan. Ada kreativitas yang berkembang, walaupun tetap wayang, ujarnya.
Keanekaragaman seni tradisi dan pengembangannya dengan menggunakan pendekatan kreatif dapat menjadi kekuatan dan modal yang besar. Pengembangan itu disertai dengan penghargaan dan penghormatan terhadap seni budaya lain.


1 comment
Comments feed for this article
November 16, 2009 pada 8:41 am
kangmusa
Assalamualaikum,
Saya benar-benar beruntung blogwalking kemudian menemukan blog ini,
karena di sini saya menemukan banyak sekali ilmu baru.
Dan semoga kunjungan saya ke blog ini membuka dan mempererat tali silaturahmi di antara kita.
Salam Hormat,
Kang Musa
http://www.kang-musa.co.cc