Dari : http://www.usmarismailhall.com/pressRoom.php?pr=9
UMAR ISMAIL HALL – KONSEP AKUSTIK DUO KOMBINASI CINEMA DAN CONCERT HALL
November 6, 2007
Setiap musisi tahu betul betapa pentingnya perlakuan akustik dalam sebuah ruangan yang difungsikan sebagai ruangan audio atau video. Tanpa penataan akustik yang benar dan tepat, tidak dapat tercipta keseimbangan frekuensi suara pada sebuah ruangan. Jenis frekuensi suara sendiri sebenarnya secara umum terdiri dari high, mid dan bass.
Namun jika pengaturan tidak tepat, yang cenderung terjadi ialah suara rendah berlebihan dan tidak teratur ataupun dead room yang sangat melelahkan bagi telinga. Agar memahami betul seperti apa penataan yang tepat untuk ruangan tersebut, desainer pun perlu tahu kegunaan ruang. Sebab ini akan mempengaruhi besaran ruang, bentuk ataupun seberapa akustik kritikal diperlukan agar tidak terjadi pemborosan.
Seperti Cinema sebagai satu-satunya ruang pertunjukkan, sekaligus bagian yang terpenting di Gedung Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail. Karenanya pengelola berusaha untuk meningkatkan kualitas agar mampu memenuhi standar ruang pertunjukkan internasional. “Sejak 2005, kami berusaha melakukan renovasi terhadap ruangan tersebut, sekaligus menambah fungsi ruang tidak hanya sebagai cinema tetapi juga concert hall,” jelas Elang Ananta, Property Manajer Gedung ini.
Untuk memenuhi standar tersebut perancang mengutamakan akustik sebagai pendekatan dalam penataan interiornya. Ada kontras yang terjadi. Cinema membutuhkan ruang yang menyerap suara untuk performa maksimal, sementara concert hall justru membutuhkan ruang yang mampu memantulkan suara. Menurut Tabah Nugroho selaku koordinator arsitek gedung ini, masalah itulah yang harus dipecahkan oleh tim perancangnya.
Bagi dia, akustik yang baik memiliki beberapa ketentuan, antara lain transmisi suara harus sampai secara langsung ke telinga penonton. Suara juga harus diatur agar kesannya sesuai dengan atmosfir sebuah pertunjukkan. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah masalah reverberation time (waktu gema), diffuse sound field (medan penyebaran suara), kejernihan suara, juga uniformity of sound pressure level (keseragaman tingkat tekanan udara pada suara).
Adalah Prof. Dr. Ir. Soegijanto, yang bertanggung jawab dalam perhitungan akustik untuk memenuhi syarat-syarat di atas. Perhitungan yang cermat, ahli akustik dari Departemen Fisika bangunan Institut Teknologi Bandung ini menyimpulkan, bahwa kebutuhan waktu gema atara 1.3 detik – 2 detik, dalam kasus ini ditetapkan nilai 1.6 detik untuk concert hall dan 1.1 detik untuk cinema.
Sedangkan untuk Uniformity of sound pressure level yang dibutuhkan runagan ini kurang lebih adalah 6 DB (desibell) untuk seluruh area penonton. Mengapa di angka ini? “Menurut Prof Soegijanto, 6 desibel adalah angka ideal bagu kebuthan ruang konser dan cinema,” ungkap Tabah. Di angka ini akan ditimbulkan suasana yang lebih hening dibanding ketika sebuah masjid sedang kosong.
Sementara untuk keperluan medan diffuse, Tabah dan tim melakukan penataan khusus pada permukaan dengan material yang mampu mendistribusikan suara secara merata ke seluruh ruangan sekaligus menghasilkan suara optimal.
Pemilihan detail material runagan, termasuk bentuk dan ukuran pun disesuaikan dengan kebutuhan akustik. Lantai kayu yang dikombinasikan dengan karpet untuk tangga adalah dengan tujuan akustik pula, karena sebenarnya tangga adalah ruang kosong yang bisa mengganggu akustik. Dinding ruangan ini didesain dengan prisma-prisma yang menonjol untuk titik-titik pemantulan suara.
Perancangan pun telah menyiapkan strategi ketika runagan difungsikan sebagai cinema yang membutuhkan penyerapan suara. Gorden-gorden dengan ketebalan dan berat khusus berwarna merah marun yang menutupi dinding-dinding prisma sisi samping ruangan tersebut. Pada dinding panggung dipilih bahan kombinasi antara kayu dan metal perforated, yang sekali lagi demi pencapaian akustik optimal.
Begitu pula untuk bentuk langit-langit bergelombang, hadir sebagai hasil perhitungan akustik, sebagaimana bentuk lainnya. Bentuk ini juga diselaraskan dengan tonjolan prisma-prisma pada dinding. Konsep akustik memang diterapkan di seluruh lini oleh perancan. Termasuk juga dalam pemilihan kursi penonton, dan layer yang harus disesuaikan dengan syarat akustik.
Ketelitian perhitungan akustik diharapkan mampu menghasilkan ruang yang dapat digunakan untuk menonton pertunjukkan baik konser ataupun film dengan kenyamanan maksimal. Bahkan pentas teater juga bisa digelar di ruangan ini. Tata akustik memudahkan permain teater beraksi tanpa harus menggunakan pengeras suara apapun.
Meskipun begitu detail dalam urusan akustik, tak membuat interior desainernya alpa dalam sentuhan estetika. Pilihan warna-warna tanah dengan sentuhan merah di kursi penonton dan gorden serta pengaturan cahaya memberi kesan harmonis, hangat, tanpa kehilangan unsure kontras.
Sayangnya, layer di ruangan ini hanya ada satu, sehingga tidak sesuai ketika membutuhkan layer lebih dari satu untuk keperluan setting panggung. Luas lahan yang terbatas, membuat perancang dan pengelola tidak bisa menciptakan ruangan yang maksimal untuk kebutuhan teater. Itu juga memicu kekurangan lain ruangan ini yang hanya menyediakan 430 kursi, yang kurang separo dibandingkan kapasitas ruangan pertunjukkan lain di Jakarta, semisal Balai Sarbini, yang mampu menyediakan 1200 tempat duduk.<< Prillia Verawati
Nama Proyek: Usmar Ismail Hall
Lokasi: Gedung Pusat Perfilman H. Usmar Ismail; Kuningan – Jakarta Selatan
Pemberi Tugas:
PT. Prodas Perdana bekerja sama dengan Yayasan Pusat Perfilman H. Usmar Ismail
Jacob Soetojo; Presiden Direktur
Elang Ananta, Property Manager
Sufadli, Project Manager
Arsitek:
PT. Arkonin
HA. Noerzaman, Presiden Direktur
Tabah Nugroho, Arsitek Koordinator
Tatok, Arsitek
Ahli Akustik: Prof. Dr. Ir. Soegijanto (Departemen Fisika ITB)
Interior Designer: Aditya (Oxide Design)
Lighting Designer: Hadi Komara
Manajemen Konstruksi:
PT. ACT
Maryanti L. Imamto, Presiden Direktur
Pongky, Construction Manager
Quantity Surveyor:
PT. Jurukur Bangunan Indonesia (JBI)
General Contractor:
PT. Harjaguna
Handry, Direktur
Heru, Project Manager
Kapasitas: 430 orang
http://www.usmarismailhall.com/aboutUs.html
Overview
The Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail Building consists of the office building, a cinema library, a cinema warehouse, the cinematography school and the newly-refurbished cinema itself – now the pride of the Indonesian movie-making industry. In addition, this is a centre of art and culture of an international standard – including performances organized by foreign embassies, film premiers, film festivals, both Indonesian and international – as well as being a place for film makers to create and present their work.
Built by Prof. DR. Ir. Soegijanto (Professor of Engineer Physics Department in Institute Tekhnologi Bandung); this beautiful new cinema can also be an integrated concert hall with a first class acoustic system for concert performances.
For this, we would like to offer our appreciation to all the members of the Cinematography Center of the Haji Usmar Ismail Foundation who have so enthusiastically supported the project. We also thank everyone who has assisted us to make this Cinema and Integrated Concert Hall a reality./p>
Our special thanks go to Mr. Addie M.S. for his invaluable advice, right from the initial concept of this theatre until its completion. We are grateful for his contribution and his ideas, especially for helping with the acoustic system enabling this to become the best integrated cinema and concert hall in Indonesia.
As the building manager, PT. Prodas Perdana hopes that this wonderful theatre will go a long way in contributing to the development of Indonesian art and culture, especially in the field of music and film.
http://www.usmarismailhall.com/history.html
History
The Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail (PPHUI) Building was dedicated by the Governor of Jakarta Governor in 1997 with land area of 3,800sqm; with six storeys it now has a total of 6,388sqm. It was established with the objective of bringing Indonesian film-makers together and providing them with a centre from which to work. There are now nine cinematic organizations who have taken office space there. (The cinema industry aside, this building also provides other office space that includes access to the theatre).
The first through third floors, in fact, provide comfortable office space, suitable for any business use. The fourth and fifth floors are devoted to the offices of Indonesian cinema organizations with the cinema library boasting some 5,000 cinema books and 6,500 scenarios and scripts.
The basement houses Indonesia’s largest film warehouse which preserves and manages 250 film titles, dating from as far back as 1935, through to 2005. In addition, there is the cinematography school of SDM Citra which organizes cinema education to produce skilled manpower for the country’s movie-making industry.
The building and its concert hall/cinema are strategically located in the Golden Triangle of Jakarta – a centre of culture right in the middle of the CBD.
http://www.usmarismailhall.com/theSpace.html
The Spaces
INTEGRATED CINEMA & CONCERT HALL
USMAR ISMAIL HALL is the focal point of the PPHUI Building. This superb theatre has an area of 624sqm and a seating capacity for 430 people. It has a wonderful interior design with extra comfortable seating and a state-of-the-art lighting system. It is designed for complete enjoyment by an audience.
This multi-function theatre also has an adjacent hall and a very large lobby. So, as well as theatrical, musical and cinematic performances, it can be used for seminars or meetings.
FUNCTION HALL
The Function Hall is also designed with special lighting. Its interior is chic and modern, making it suitable for a cocktail party, a reception, a meeting, a press conference – just about any kind of gathering. In its theatre-mode set-up, it can hold 100 people while for a stand-up affair, it can accommodate 150.
LOBBY
USMAR ISMAIL HALL’s Lobby is designed with special and discreet lighting to highlight the accents of wood panelling around the walls – perfect for exhibition space.




selamat siang pak, saya mohon bantuannya untuk membuat desain home theather. Untuk contact personnya melalui siapa ya pak? Nomer HP saya 0816-1813941. Mohon segera hubungi saya. tks